Strategi Dakwah Ke-Kinian

Di era modern seperti sekarang…..

Visi-Misi UIN Walisongo FST dan Pend Fisika 2017

heal your heart

Tafsir Al Hikam

Advertisements

KONSEP FISIKA DARI ROKET AIR

ROKET AIR SEDERHANA

Selamat datang di web pembelajaran fisika ini. kali ini kita akan mempelajari konsep-konsep fisika pada roket air. untuk itu, kalian harus menyelesaikan proyek yaitu membuat roket air dan dapat menjelaskan prinsip fisika yang digunakan padanya. roket air dapat digunakan sebagai miniatur untuk menjelaskan prinsip kerja roket yang sebenarnya, misalnya roket luar angkasa, dan rudal.

Petunjuk dibawah ini akan sedikit membantu kalian untuk mengenal lebih jauh tentang roket air, setelah memahaminya, maka kalian dapat mencari lagi sumber yang lain sesuai dengan acuan yang terdapat pada akhir artikel ini. acuan tersebut berupa link video dan daftar pustaka dari berbagai buku. kalian juga dapat mencari sumber lain yang relevan jika itu dapat membantu mempermudah pekerjaan kalian.

Sekian, Selmat Belajar ^^

 

TUJUAN

Siswa dapat membuat roket air sederhana dan memahami konsep fisika yang terdapat pada roket air.

TEORI

Roket adalah sebuah benda yang digerakkan oleh media tertentu yang memberikan dorongan, bisa berupa Zat cair, gas, maupun benda padat. Roket sering digunakan untuk kembang api, persenjataan militer, kendaraan peluncur untuk satelit buatan seperti palapa, eksplorasi ke planet lain, dll. Nama Roket berasal dari italia, Rocchetta (yaitu sekering kecil), nama petasan kecil yang diciptakan oleh artificer Italia Muratori di 1379.

Roket air adalah sejenis roket model yang menggunakan air sebagai reaksi massa. Wahana tekan yang berfungsi sebagai mesin roket biasanya terbuat dari botol plastik bekas minuman ringan. Air dipaksa keluar oleh udara yang bertekanan, biasanya kompresi udara.

Dasar hukum roket air adalah hukum Newton 3/aksi-reaksi yang berisi :

“Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.”

Teori dasar peluncuran roket air, sama dengan percobaan balon yang meluncur ke atas. Roket air memberikan gaya aksi yang sangat besar kepada gas, dengan mendorong gas keluar, dan gas tersebut memberikan gaya reaksi yang sama besar, dengan mendorong roket air ke atas. Gaya dorong yang diberikan gas kepada roket air sama besar dengan gaya yang diberikan roket air kepada gas, hanya arahnya berlawanan. Roket air mendorong gas ke bawah, gas mendorong roket air ke atas. Inilah yang disebut hukum aksi-reaksi / hukum newton 3.

Konsep FISIKA yang lain yang erdapat dalam prinsip kerja dari roke air adalah tentang dari sifat udara yang memiliki tekanan dan menempati ruang, tentang perubahan energi, serta tentang sifat bahan dan kegunaannya.

 

ALAT DAN BAHAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan roket ini adalah:

  1. Air
  2. Batu
  3. Botol air mineral 2 yang berukuran sama 2 buah
  4. Dop motor
  5. Double tape
  6. Kaki kursi
  7. Kertas karton
  8. Kertas koran
  9. Mika
  10. Pompa
  11. Rafia
  12. Selotip
  13. Silet

LANGKAH KERJA

  1. Membersihkan botol air mineral.
  2. Memotong salah satu botol air mineral menjadi 2 bagian, dan mengambil yang bagian atasnya saja.
  3. Menggabungkan btol air mineral yang masih utuh dengna botol air mineral yang sudah dipotong tadi.
  4. Rekatkan dengan isolasi agar tidak mudah lepas dan kuat.
  5. Memotong kertas karton seperti gambar dibawah ini sebanyak 3 buah sebagai siripnya.
 
 
  1. Melapisi sirip dengan isolasi agar kuat dan tidak basah ketika terkena air.
  2. Menempelkan sirip pada botol air mineral pada bagian bawah. Pastikan posisi sirip lurus dan tidak miring (agar roket bisa meluncur dengan tegak)
  3. Mengambil dudukan kursi dan memasukkan dop sepeda motor pada lubang yang terdapat pada dudukan kursi tersebut. Pastikan dudukan kursi dan dop yang terpasang rapat agar tidak terjadi kebocoran udara dan air nantinya.
  4. Memberi pemberat pada bagian atas roket dengan kertas koran bekas dan batu.
  5. Langkah selanjutnya membuat kerucut di ujung roket agar roket lebih dinamis Kertas tebal dibentuk kerucut, di beri isolasi, kemudian dipotong melingkar.
  6. Menempelkan kerucut pada bagian atas roket, pastikan ujungnya tidak menceng, tetapi tegak lurus ke atas.
  7. Untuk mempermanis penampilan, badan roket diberi warna dengan menempelkan kertas yang berwarna. Usahakan tidak menggunakan aksesoris pita/kertas krep karena bisa mengurangi daya luncur roket.(roket tidak bisa tinggi)

Kalian Bisa Melihat Videonya Juga Disini:

Atau Sumber dari Buku:

John Graham. (2001). Jagoan Sains Gaya dan Gerak. Jakarta: Erlangga

Dewi Rieka. (2009). Bocah Bocah Galaksi. Bandung: Mizan Pustaka

J. Warren Young. (2006). Scouting. America: Boy Scout of America